wldad

Berusaha menjadi lebih baik

Perjuangan Seorang Bapak Tua Tukang Mobet menjadi Manager


Sudah 1 minggu ini sy mencoba usaha sampingan. Kalau di lihat dari sistemnya, Insya Allah penghasilan jut2an bisa tercapai dengan bantuan iklan2 di Internet (Amin).
Namun semangat sy untuk mendapat uang tambahan ini, saya anggap belum seberapa setelah membaca cerita ini. Karena ketika UL saya bilang jika ingin naik level bulan ini juga maka BPnya harus ditambah 124 lagi, tapi saya tidak mengindahkan dia, saya pikir saya sdh mencapai WP1…sudah cukuplah … bulan depan kejar WP2…lalu WP3 in the next.

Namun hari ini, hati saya terpecut, ketika membaca milist dari seorang teman di Medan, yang menceritakan seorang bapak tua tukang mobet, yang sangat gigihnya mengejar 600 point bulan itu agar bisa menjadi seorang manager, padahal menurut saya yang seorang usahawan kecil 600 point tsb sangat besar, mungkin baru 3 bulan paling cepat saya mengumpulkan, tapi si Bapak Tua … berani dan yakin mendapatkan 600 point tsb hanya dalam 1 bulan.

Terus terang saya malu …pada Bapak Tua Tukang Mobet tsb. Dia aja bisa, masa saya tidak bisa ?

hhmmm…. inilah ceritanya (sy copy paste dr milist kami) :

Cuaca agak mendung hari ini, gerimis tepatnya. Ga ada yang nganterin dan akhirnya aku putuskan naik becak motor (naik becak mesin klo orang Medan bilang)
Ga sampai 5 menit menunggu, Becak berhenti dan supirnya seorang Bapak setengah baya ..
Me : Sun Plaza ya pak … Biasa kan?
si Bapak : mari mba ….
Belum lama jalan sudah harus berhenti karena lampu merah ….
si Bapak : mba buru – buru kah?
Me : Ga terlalu pak, kenapa?
si Bapak : Saya ga usah ngebut ya mba
(belum sempat aku menjawab lampu jalan kembali hijau dan si Bapak mulai jalan lagi, tp tiba – tiba menepi begitu melewati persimpangan lampu merah)
Belum sempat bertanya apa – apa si Bapak menyerahkan sebuah kartu (semacam kartu nama) – brosur dan sebuah buku sambil berkata : “silahkan mba, dibaca – baca sepanjang perjalanan… biar ga bosan.”
Ku cuma bisa tersenyum menerima pemberian Bapak yang akhirnya aku tahu bernama Narto itu …
Gimana enggak : brosurnya adalah Flyer Promo Make That Change dan sebuah Katalog Oriflame bulan Maret + kartu Nama bertuliskan : NARTO – Oriplem Member – 0821 xxxxxx
PN : Dek, bagus lho itu oriplem…… dibaca – baca aja
(ku masih tersenyum)
PN : yang itu brosur promo bulan ini, adek baca sendiri aja yah… Bapak udah ga gitu ngerti maksutnya apa. Tapi kata aplen Bapak bulan ini daftar lebih murah dari biasanya. Trus hadiahnya juga lebih banyak
F : “Yang Member Bapak atau anak Bapak ?”
PN :” saya dek, hehehe lumayan lah klo ada yang laku buat nambah beli lauk. Anak Bapak masih SD dan SMP dek.”
F : “Oooo, udah lama pak ?”
PN : “Dari bulan delapan tahun lalu dek, klo kata aplen udah lama karena Bapak udah lama ga naik lepel.”
F : “emang udah level berapa pak?”
PN : ” Hahaha, ga gitu ngerti dek, konsultan apa gitu katanya. Tapi semalam aplen Bapak telpon katanya Bapak kurang 600 berapa poin lagi biar bisa naik ke menejer.”
Seketika aku speechless ….. Diem memandangi si Bapak yang klo lihat dari raut wajahnya barangkali usia 50 tahunan.
F : Bapak koq bisa jadi member sich ?
PN : “Dari penumpang dek, pas antar dia trus dia minta ditungguin. Trus katanya daripada Bapak bengong nunggu. Bapak disuruh masuk ke ruangan.”
Ternyata lagi ada orang persentasi gitu ….. Pas dia sampe, Bapak cuma minta dibayarin uang pendaftaran member sebagai ganti ongkos becak.
(Makin kagum dengan Bapak ini)
F : “Pak, Bapak jual kemana?”
PN : “Macam – macam dek, lebih banyak ke mamaknya anak sekolah yang selalu Bapak antar jemput.”
” Bapak mau kejar menejernya dek tinggal sikit itu kan? biar komisinya bisa buat cicilan becak ini. Jadi Bapak narik tinggal untuk sekolah anak – anak dan uang belanja ..”
“Lumayanlah dek, kata aplen Bapak klo menejer bisa dapat 500 ribuan…. lumayan kali kan? Belum lagi dari jualan nya .”
“Bapak mau anakku sekolah tinggi, biar ga kayak Bapaknya jadi tukang Becak …. Hahahahaha.”
“Dek, dengarin Bapak sambil dilihat – lihat. Kalo tertarik tinggal hubungi Bapak di no. yang tadi. Bapak antar barangnya.”
“Atau adek jadi member aja… Nanti Bapak bawa ketemu aplen Bapak untuk menjelaskan. Aku tak ngerti ngerti kali itu.”
F : “hmmm, makasi Pak… Saya juga sudah member.”
“Wah, bagus itu.. diteruskan… di seriusin selagi masih muda yah”
(ga kerasa sampe di depan Sun Plaza arah diponegoro)
Aku kembalikan flyer dan brosurnya seraya menyerahkan ongkos becak.
F : ” Pak, ini aku balikin yah… manatahu bisa dipake buat yang lain. Saya pegang kartu Bapak aja yah….Kapan – kapan saya boleh telp Bapak kan?”
PN : “Boleh lah, eh aku minta kartu nama adek lah…. anak muda kan pasti punya kartu nama yang bagus, ga kayak Bapak.”
(suer ntah kenapa saat itu aku merasa malu untuk menyerahkan kartu nama satu – satu nya yang aku punya… yang bertuliskan Independent Oriflame Director) tapi aku ga mau mengecewakan Bapak itu
Sambil tersenyum memberikan kartu nama.
PN : “walah, malu kali aku dek… Kau udah direktur ternyata di oriflame, sementara Bapak menejer pun belum.”
F : “Bapak pasti manager bulan ini dan akan segera jadi Director….Bapak hebat, saya aja ga pernah berbuat kayak Bapak. Makasi ya Pak ”
(Sambil pergi meninggalkan becak)
PN : (setengah teriak) “Kalo jadi menejernya, Bapak sms kau ya dek”
(Ku cuma mengacungkan jempol ke Pak Narto)
Damn ….. sepanjang jalan di pelataran mall ku cuma bisa geleng – geleng ….
Seorang Bapak, tukang becak, sudah setengah baya ….. punya begitu semangat untuk maju.
Mau dan tidak malu menawarkan bisnis yang dia punya pada orang yang tidak dia kenal
Ga takut akan di tolak oleh penumpangnya
Memanfaatkan setiap detik yang dia punya
Punya harapan untuk naik level jadi menejer (hahaha dengan gaya logat Medannya yang kental) walau masih kurang 600an poin ….. Yes U can Pak Narto
Punya harapan yang lebih baik untuk keluarganya …
He has a dream ….
How about us ?
Sudahkah kita memanfaatkan setiap detik kita untuk maju?
Sudahkah kita melakukan 1/10 sajah dari yang dilakukan pak Narto?
Apakah kita masih punya Impian dan berusaha keras untuk meraihnya?

Salut untuk mu pak !!!

Maret 24, 2011 - Posted by | Tentang Saya

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: