wldad

Berusaha menjadi lebih baik

TIGA ORANG SAHABAT


Kutiban dari FB Firman Hamdani

Kiki mempunyai tiga orang sahabat dekat. Yang pertama bernama Kema, kedua Kelu dan yang ketiga adalah Ai. Meskipun semuanya adalah sahabat dekat, namun Kiki berbeda dalam memperlakukan mereka. Kiki sangat memperhatikan Kema, kapan pun ia dipanggil Kema, pasti datang. Tidak peduli hujan, panas, siang atau pun malam, baginya panggilan Kema adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ia tinggalkan. Karena, jika ditinggalkan ia merasa sangat rugi sekali. Itulah alasannya mengapa hampir semua waktunya ia habiskan bersama Kema. Apa yang diperintahkan Kema, selalu ia turuti. Dalam pikirannya, apa pun akan ia lakukan agar ia bisa tetap bersama Kema.

Sahabatnya yang kedua adalah Kelu. Berbeda dengan Kema, Kiki memperlakukan Kelu tidak seserius perlakuannya terhadap Kema. Kadang-kadang saat ia sedang bersama Kelu, tiba-tiba Kema memanggil, ia pun langsung pergi meninggalkan Kelu. Paling lama ia bersama Kelu biasanya hari sabtu atau minggu, itu juga kalau Kema tidak memerlukannya. Dalam pikirannya Kelu juga penting, namun panggilan Kelu dianggapnya tidak begitu merugikan jika diabaikan.

Sahabatnya yang terakhir adalah Ai. Meskipun ia mengatakan bahwa Ai juga sangat penting bagi kehidupannya, namun sahabatnya yang ketiga ini selalu mendapatkan sisa. Bahkan, ia sering berpikir bahwa suatu waktu pasti ia akan memperhatikan Ai. Yaitu setelah ia tidak disibukkan lagi oleh Kema, itupun entah kapan.Waktu yang dicurahkan Kiki terhadap Ai, adalah sisa kegiatannya bersama Kema dan Kelu. Uang yang ia berikan kepada Ai, juga sisa pemberiannya kepada Kema dan Kelu. Pokoknya Ai adalah sahabat Kiki yang selalu kebagian sisa.

Suatu hari, tiba-tiba Kiki di panggil ke Pengadilan. Ia sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba ia diadili. Seumur hidupnya ia belum pernah memasuki tempat yang bernama Pengadilan. Karena rasa khawatirnya yang tinggi, akhirnya ia mencoba mengajak sahabatnya. Yang pertama diajak adalah Kema. “Ma, antar aku ke Pengadilan ya!” pinta Kiki kepada sahabatnya. “Ah, aku nggak bisa. Aku nggak bisa kemana-mana”, jawab Kema. Kiki tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya ia teringat kepada sahabatnya yang kedua, yaitu Kelu.

“Lu, mau nggak antar aku ya ke Pengadilan?” tanya Kiki kepada Kelu. “Ke Pengadilan? Kelu balik bertanya. “Iya, ke Pengadilan,” jawab Kiki. “Hmm, aku sendiri nggak pernah ke Pengadilan. Tapi baiklah akan aku antar kamu sampai ke pintunya saja ya…, soalnya kalau masuk aku sendiri takut,” sahut Kelu.

Kiki akhirnya berpikir lagi, siapa yang mau menemaninya ke Pengadilan. Dengan rasa malu, ia pun mencoba mengajak sahabatnya yang ke tiga, yaitu Ai. Dengan sedikit menghiba ia mencoba meminta Ai untuk menemaninya. “Kawan, maukah kau menemaniku pergi ke Pengadilan?” tanya Kiki. Dengan spontan Ai menjawab,”Siap Ki…, nanti aku akan temani kamu ke Pengadilan sampai masuk ke ruangannya. Bahkan, kamu tidak usah bicara apa-apa. Biarkan aku yang menjawab semua pertanyaan hakim, kamu cukup duduk saja, semua tanggung jawabku”.

Mendengar jawaban Ai, terpikir dalam benak Kiki. Mengapa selama ini dia selalu memberikan sisa kepada Ai. Kalau tahu bahwa sikap Ai sebaik ini kepadanya, tentu ia akan lebih mementingkan Ai daripada sahabat-sahabatnya yang lain.

Para pemeran:

Hamba Allah/manusia/kita sebagai Kiki
Kerja dan Kebutuhan Materi sebagai Kema
Keluarga sebagai Kelu
Amal Ibadah sebagai Ai

Setting Tempat:
Pengadilan = Panggilan tuhan/meninggal/alam kubur

Desember 31, 2010 - Posted by | Agama |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: